Melahirkan Ma.La.La
mind reader

Melahirkan Ma.La.La

Ide untuk menulis di blog sudah sangat lama tercetus, namun tak kunjung ada bentuk nyata. Alasan nanti saja, nanti dulu, abis ini deh, kalau udah beres itu deh, dan ratusan pledoi lainnya menjadi sebab blog ini tertunda sekian tahun.

Awalnya ingin menulis kegiatan sehari-hari (alias diary ala remaja baru mengenal cinta), tapi karena merasa terlalu pribadi, beralih menjadi ide menulis novel online. Keterbatasan kemampuan berbahasa indah dan ide kreatif menenggelamkan rencana menjadi penulis novel online. Maklum dengan sifat perfeksionis si Pengantin Baru ini yang dulunya selalu banyak mikir daripada kerja, alhasil satu paragraf ‘bakal jadi novel’ pun tak berwujud.

Lama vakum dari progress ‘mikirin ide’, akhirnya sebuah blog di domain tetangga resmi di lempar ke dunia maya. Latar belakang berdirinya blog tersebut adalah OBSESI. Yah, obsesi dengan oppa-oppa Korea yang telah membuat anak SD bertransformasi kilat menjadi anak SMA-an (karena rata-rata sudah bisa menulis fanfic ‘di atas’ umur. Baiklah, topik ini hanya dimengerti para pecinta K-Pop).

Singkat cerita, blog pertama diluncurkan dengan jenis konten semi-berita. Dulu, menulis blog adalah media bagi saya untuk belajar menulis tulisan formal. Semua berita terkait oppa kesayangan ditulis ulang dengan gaya bahasa sendiri. Entah itu berita konser, album baru, gosip baru, atau dugaan-dugaan ala detektif kelas teri yang laku keras di pasar Twitter.

Mulai bosan menulis di blog pertama, ditambah kedekatan dengan suami  (dulu calon suami), oppa pun ditinggal perlahan. Blog pertama jadi terbengkalai. Dan semakin malas menulis konten semi-formal.

Alhasil, setelah menikah dan punya role model (suami) yang hobi makan dan jalan-jalan, tercetuslah (kembali) ide untuk menulis. Kali ini ide menulis yang jauh berbeda dengan tulisan di blog pertama.

Akhirnya nama Ma.La.La terpilih sebagai judul blog (sekarang saya memutuskan untuk menggunakan ‘The Diary of Criminovelist) karena makna tersirat dari kata tersebut. Malala adalah sebuah kata dalam bahasa Minang yang berarti: suka berpergian, suka jalan-jalan, dll. Malala adalah akronim dari MAkan, jaLAn, beLAnja (versi saya). Semoga sesuai dengan konten blog ini ke depannya (Revisi: karena sekarang sudah ada debay, jadi parenting juga jadi bahan untuk tulisan saya). Karena doyan makan, doyan jalan, dan doyan belanja bukanlah dosa (besar), hahaha.

Sekian untuk postingan perdana di blog kedua. Semoga Ma.La.La bisa menjadi media Si Pengantin Baru yang sayang suami ini untuk berkreasi dalam seni makan, jalan-jalan, dan belanjaMaaf untuk suami yang dari tadi namanya selalu dibawa. Love You, Bangs.

Poppo,

Je Ma.La.La

1 thought on “Melahirkan Ma.La.La”

  1. Selamat dan sukses atas launching blog malala nya ya. Semoga konten nya semakin ciamik dan bertambah visitornya.

    Dari ang tsiao tse & keluarga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *