Dokter Anak Recommended di RS Bunda Margonda Depok
motherhood

Dokter Anak Recommended di RS Bunda Margonda Depok

Imunisasi atau pemberian vaksin kepada anak sejak lahir itu penting. Terbukti bahwa imunisasi berhasil mencegah 2 – 3 juta anak di dunia dari kematian setiap tahun-nya, seperti yang dilansir dari National Geographic Indonesia dalam wawancara ekslusif dengan  Direktur Bina Kesehatan Anak Kementerian Kesehatan, Jane Soepardi. Data WHO juga menunjukkan bahwa imunisasi berhasil menjadikan Indonesia bebas polio, melalui sertifikat bebas polio yang dikeluarkan pada 27 Maret 2014.

Pada tulisan Pentingnya Imunisasi Anak dan Daftar Harga Vaksin 2018 yang aku tulis sebelumnya, juga sudah menjelaskan tentang pentingnya imunisasi serta jadwal imunisasi yang sesuai rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI).

Nah, pada tulisan ini aku ingin sharing sedikit tentang pengalaman mencari dokter anak recommended di Depok.

Selain jadwal imunisasi yang tepat, memilih dokter yang tepat juga harus menjadi perhatian seorang ibu. Aku pribadi memang sangat pilih-pilih dalam memutuskan dokter anak untuk Ulil. Pastinya aku akan memilih dokter yang bagus dari segi skill-nya, ramah, dan positif. Maksudnya positif adalah tidak menakut-nakuti kita sebagai orangtua ketika ada yang salah sedikit pada anak. Penggunaan bahasa dalam menjelaskan juga penting, sehingga ibu muda yang baru punya anak satu seperti aku tidak panikan.

Berhubung domisili di Depok II, aku cari dokter anak di sekitaran Depok II dan Margonda saja. Ribet kan kalau bawa anak jauh-jauh?

Ulil imunisasi BCG di Rumas Sakit Bunda Margonda, keputusan aku memilih Bunda Margonda dibandingkan Hermina Depok yang lebih dekat adalah coba-coba. Ya, ingin coba ke Bunda Margonda karena ketika cek kehamilan di Hermina aku nggak tahan dengan antriannya. Masih mending kalau kita yang nunggu, kalau anak, apalagi masih bayi, kan kasihan.

Ketika memutuskan pilih dokter yang mana, aku googling dan cari tahu siapa dokter anak paling recommended di Bunda Margonda. Dari review yang aku baca, ada satu nama yang dominan, yaitu dr. Desiana Nurhayati, SpA(K). Banyak sekali para Mama di luar sana yang memilih dokter Desi, alasannya karena rekomendasi teman-teman mereka menyatakan dokter Desi bagus dan ramah.

Saat itu aku coba reservasi ke dokter Desi, ternyata antriannya sudah 50-an. Hhhmmmm… Pihak bagian registrasi sih menyarankan jika ingin reservasi bisa via telepon beberapa hari sebelumnya biar tidak dapat antrian paling bawah.

Akhirnya aku memutuskan ke dokter lain, by feeling. Aku pilih dokter dr. Dyah Istikowati, SpA yang kebetulan saat itu ada jadwal. Lumayan, antrian 20-an. Dan sudah jalan 11 anak.

“Nggak apalah, liat dulu aja dokternya gimana. Kalo kurang cocok nanti bulan depan ganti”, pikirku dalam hati.

Tidak menunggu lama, hanya sekitar 45 menit saja dari waktu registrasi (45 menit itu hitungannya cepet loh untuk antri dokter anak), nama anak Muhammad Nuril dipanggil. Sambil gendong Ulil, aku dan suami masuk ke ruangan praktik. Pertama kali bertemu dokter Dyah, kesan pertama yang aku dapat adalah; Cantik, Keliatan Cuek (padahal aslinya ramah), Gaul alias Kekinian, dan Bawel (dalam artian positif). Jujur, aku lebih suka dokter yang bawel nanya ini itu tentang anak. Kita bisa mendapat informasi baru dari tipe dokter seperti ini, apalagi kita yang masih baru jadi ibu. kadang-kadang ketika udah di Rumah Sakit, semua pertanyaan yang ingin ditanyakan jadi buyar begitu saja.

Ulil juga cocok banget imunisasi sama dokter Dyah, karena nggak pernah demam dan cuma nangis sedikit pas disuntik. Pernah sekali karena kepepet aku imunisasi Ulil di Klinik dekat rumah, langsung malamnya demam. Padahal jenis vaksin yang digunakan sama (Infanrix).

Dokter Dyah orangnya juga positif. Pernah sekali ketika imunisasi DPT I aku mengeluh soal bintik-bintik semacam jerawat di wajah Ulil ke dokter Dyah. Aku berasumsi Ulil alergi, atau aku kurang steril waktu menyusui, dll.

Setelah dicek sama dokter Dyah, beliau bilang, “Nggak apa-apa kok, biasa ini alergi bawaan gen. Ibunya kulitnya sensitive nggak?”

“Iya dok, aku emang ada riwayat”, kataku.

“Normal kok, nggak gatel kok dia. Nanti juga hilang sendiri kalau udah 4 bulan ke atas. Kasi aja salep kalo lagi banyak. Sehat kok ini si jagoan”, kata dokter.

Alhamdullilah aku sedikit tenang. Tidak panikan lagi. Waktu itu dokter Dyah memberikan rekomendasi salep Ceradan. Dioleh sangat tipis ketika jerawatnya lagi banyak aja. Dan ampuh! Semoga para mama di luar sana juga menemukan dokter yang berjodoh dengan anaknya. Apapun, asal yang terbaik demi si kecil yah mah?

Oh iya, bagi kalian yang ingin konsultasi di Rumah Sakit Bunda Margonda, bisa reservasi via telepon ke bagian pendaftaran 021-78890551 ext. 101/102 atau 021-2941 6060 ext.131.

Jika ingin konsultasi dengan dokter Dyah, berikut jadwal beliau di Bunda Margonda (update April 2018):

Jadwal dr. Dyah Istikowati, Sp.A di Bunda Margonda, Depok

1 thought on “Dokter Anak Recommended di RS Bunda Margonda Depok”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *